Deskripsi
Dalam suasana peringatan Hari Sumpah Pemuda, Terus Terang edisi khusus “Pemuda Merawat Nalar Bangsa” menghadirkan perbincangan hangat dan reflektif antara Prof. Mahfud MD, Arie Kriting, Ferry Irwandi, Abigail Limuria, Leon Hartono, dan Tiara Dianita. Mereka membedah arti persatuan, nasionalisme, dan keadilan sosial di tengah tantangan zaman modern—dari isu rasial dan ketimpangan ekonomi hingga sulitnya birokrasi dan hilangnya empati sosial.
Arie Kriting membuka dengan satire soal “rasisme positif”, Prof. Mahfud menegaskan bahwa keserakahan dan ketidakadilan adalah ancaman baru bagi semangat 1928, sementara para narasumber muda menyoroti bagaimana generasi hari ini menyalakan kembali api kebangsaan lewat media, bisnis, dan perjuangan digital. Melalui dialog lintas generasi ini, penonton diajak merenungi kembali makna Sumpah Pemuda sebagai gerakan nalar dan nurani, bukan sekadar seremonial. Bahwa kemerdekaan bukan hanya warisan, tetapi juga tanggung jawab untuk terus merawat persatuan, memperjuangkan keadilan, dan menjaga integritas bangsa. Dalam dunia yang semakin terpecah oleh ego dan algoritma, tayangan ini menjadi pengingat bahwa semangat “satu bangsa, satu bahasa, satu tanah air” tetap hidup—selama ada anak muda yang berani berpikir kritis dan bersuara jujur untuk Indonesia.







